Apakah Tes STIFIn Cukup Sekali Seumur Hidup?
Penjelasan ilmiah mengapa Tes STIFIn bersifat permanen dan tidak perlu diulang meskipun usia Anda bertambah atau karir Anda berubah.
Sifat Permanen Hasil Tes STIFIn
Banyak calon peserta Tes STIFIn di Bogor bertanya: "Apakah saya perlu melakukan tes ulang setelah beberapa tahun, terutama jika kepribadian saya terasa berubah?"
Jawabannya tegas: Tidak perlu. Tes STIFIn cukup dilakukan 1 kali seumur hidup.
Penjelasan Ilmiah Berdasarkan Genetika Sidik Jari
Sidik jari seseorang terbentuk bersamaan dengan pembentukan sistem saraf pusat otak ketika janin berada dalam kandungan usia 13 hingga 19 minggu. Setelah terbentuk, guratan sidik jari ini bersifat permanen dan unik bagi setiap individu.
Meskipun kulit jari terkelupas, terluka ringan, atau bertambah tua, pola guratan dasarnya akan tetap kembali seperti semula. Karena STIFIn mengidentifikasi belahan otak dominan melalui pola sidik jari genetik yang bersifat konstan ini, maka hasil klasifikasi Mesin Kecerdasan Anda tidak akan pernah berubah dari lahir hingga akhir hayat.
Mengapa Perilaku Kita Bisa Berubah Seiring Waktu?
Jika hasil tes genetiknya tetap sama, mengapa ada orang yang merasa karakternya berubah seiring bertambahnya usia?
STIFIn menjelaskan hal ini melalui rumus kepribadian:
Kepribadian = Genetik (20%) + Lingkungan (80%)
Meskipun perilaku luar Anda bisa beradaptasi karena tuntutan profesi atau lingkungan (80%), mesin penggerak internal di dalam otak Anda tetaplah sama (20%). Menggunakan mesin kecerdasan yang sesuai genetik membuat Anda beraktivitas dengan nyaman tanpa merasa terbebani atau kelelahan mental.